Ticker

6/recent/ticker-posts

Tidak Ada Kejelasan Bantuan Longsor, Ketua RW 003 di Genteng Angkat Bicara

Lokasi longsor TPT di RT 001/RW 003 Kelurahan Genteng, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. (Foto: Yuda Muhtar/Bogor24.id)




Penulis: Yuda Muhtar
Editor: Donni Andriawan S.

GENTENG, Bogor24.id - Tidak adanya kejelasan soal perbaikan atau bantuan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor atas longsornya Tembok Penahan Tanah (TPT) di RT 001/RW 003, Kelurahan Genteng, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor membuat Ketua RW setempat geram dan akhirnya angkat bicara.

Pasalnya, TPT yang longsor itu terjadi sekitar dua bulan yang lalu atau tepatnya peristiwa yang pertama pada Senin (15/2/2021) dan yang kedua, Sabtu (20/2/2021), yang hingga kini tak kunjung disentuh Pemkot Bogor melalui dinas terkait. Padahal, kondisinya mengancam keselamatan warga.

Kepada Bogor24.id yang menemuinya di Sekretariat RW, Selasa (27/4/2021), Ketua RW 003 TB Eman Sulaiman menerangkan, pihak kelurahan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bogor baru sebatas melakukan pemantauan dan pengukuran saja.

"Padahal musibah ini sudah masuk ke tiga bulan lebih, tetapi tidak ada tindakan atau realisasi. Hanya dipantau dan diukur saja, tidak ada kelanjutanya," geram Sule panggilannya.

Mewakili warganya, dia meminta agar Pemkot Bogor secepatnya merealisasikan dan memberikan bantuan dengan tidak membiarkannya berlarut-larut.

"Karena, kalau berlarut larut ini akan semakin membebani kepada si korban. Karena, rumahnya tidak bisa ditinggali takut ada longsor susulan dari TPT yang lokasinya persis di atas rumah mereka," kata Eman.

(Foto: Yuda Muhtar/Bogor24.id)


Saat hal ini akan dikonfirmasi kepada Lurah Genteng Yosep Fahrizal, dirinya tidak ada di tempat. Pun ketika dihubungi melalui ponselnya tak tersambung.

Namun, Sekretaris Lurah (Seklur) Genteng Anwarudin menuturkan, bahwa pihak kelurahan telah melayangkan surat ke Dinas PUPR dan terus berupaya menempuh berbagai cara untuk menangani masalah longsor tersebut.

"Kita sudah berusaha untuk dialihkan ke Bantuan Tidak Terencana (BTT), karena yang bersangkutan juga masuk ke data Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) murni. Kami usahakan cabut dulu dari RTLH murninya supaya bisa dimasukkan ke BTT. Teman-teman (Dinas) Perumkim sudah survei ke lokasi dan mudah-mudahan ini bisa terealisasi dengan baik," papar Anwarudin.

Dengan begitu, Anwarudin berharap agar rumah tersebut bisa ditempati kembali pemiliknya dengan kondisi yang lebih layak dan aman.

Posting Komentar

0 Komentar