Ticker

6/recent/ticker-posts

RSL Covid-19 Telan Anggaran Rp 16 Miliar, Paling Besar Untuk Ini

Rumah Sakit Lapangan Kota Bogor. (Foto: Dok. Humas Kota Bogor)



Penulis: Andri Budiman
Editor: Donni Andriawan S.

TANAH SAREAL, Bogor24.id - Total anggaran yang dikucurkan pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk operasional Rumah Sakit Lapangan (RSL) Covid-19 mencapai angka fantastis hingga sebesar Rp 16 miliar. Dengan komposisi terbesar digunakan untuk pemberian insentif bagi para tenaga kesehatan (nakes).

Pernyataan itu disampaikan Humas dan Sekretariat RSL Kota Bogor Armein Sjuhary Rowi, usai Wali Kota Bogor Bima Arya secara resmi menghentikan operasionalnya di Kompleks GOR Pajajaran, Jalan Pemuda, Tanah Sareal, Kota Bogor, Senin (19/4/2021).

“Paling besar pemberian insentif bagi sumber daya manusia (nakes). Kedua untuk alat kesehatan (alkes), ketiga Alat Peindung Diri (APD) dan keempat makan minum untuk pasien,” papar Armein.

Lebih lanjut ia menerangkan, dari total anggaran sebesar Rp 16 miliar itu dibagi sesuai kebutuhan. Untuk pengadaan alkes di RSL memakan anggaran Rp 3 miliar. Ini untuk kebutuhan seperti tempat tidur, infus, stetoskop, oksigen, dan sebagainya.

"Itu kita sudah perhitungan. Untuk alkes sendiri 18 sampai 19 persen dari Rp 16 miliar, sekitar kurang lebih Rp 3 miliar,” ungkap Armein.

Masih kata Armein, anggaran Rp 3 miliar untuk alkes tersebut masih terbagi lagi ke dalam beberapa item. Di antaranya Rp 45 juta untuk pengadaan radiologi mobile, Rp 700 juta untuk pengadaan farmasi, dan sisanya alat kesehatan penunjang operasional.

"Sedangkan sisanya untuk bed 2 crank untuk pasien, tiang infus, 4, tabung oksigen, X-Ray mobile, EKG, alat rekam jantung, alat tensimeter, stetoskop, alat pengukur suhu, oxymetry, dan peralatan lain yang menunjang untuk memantau kondisi pernapasan pasien," tutup dia.

Posting Komentar

0 Komentar