Ticker

6/recent/ticker-posts

Pentingnya Cek Tekanan Udara Ban Kendaraan, Bikin Hemat dan Selamat

Ilustrasi ban sepeda motor dengan keadaan kembangan dan tekanan udara ideal. (Foto: Yudi Effriadi/Bogor24.id)




Penulis: Yudi Effriadi
Editor: Donni Andriawan S.

BOGOR, Bogor24.id - Kendaraan bermotor baik mobil maupun motor terdiri dari banyak komponen. Salah satu yang patut mendapatkan perhatian adalah ban, karena komponen ini yang bersentuhan langsung dengan aspal (lapisan jalan).

Atas dasar itulah, maka para pemilik kendaraan wajib secara berkala memeriksa kondisi tekanan udaranya. Pengecekan ini minimal bisa dilakukan satu minggu sekali dan jangan lupa untuk turut memeriksa kondisi ban serep (pada mobil).

Iman, mekanik di salah satu bengkel umum di Bogor menuturkan, pengecekan tekanan udara ini penting dilakukan khususnya sebelum memulai perjalanan. Periksa apakah ban kekurangan tekanan udara atau tidak.

"Sebenarnya pengecekan tekanan udara ban ini sangat mudah dilakukan pemilik kendaraan, tapi sayangnya malah justru sering diabaikan. Padahal kondisi ideal tekanan udara ini sangat diperlukan guna menunjang perjalanan yang aman dan nyaman," ungkap Iman kepada Bogor24.id, Sabtu (17/4/2021).

Meski diakuinya tidak sedikit pemilik kendaraan yang mengecek tekanan udara ban menggunakan tangan, namun cara tersebut dinilai tidak efektif. Metode yang paling benar adalah dengan menggunakan alat ukur tekanan udara, yang umumnya jarak dimiliki pemilik kendaraan.

Padahal, lanjut Iman, alat bantu tersebut secara harga sangat terjangkau dan banyak di jual di pasaran hingga e-commerce. Dengan memilikinya, pemilik kendaraan tidak perlu direpotkan mencari alat tersebut dengan menyambangi tukang tambal ban atau bengkel untuk sekadar memeriksa tekanan udara ban.

"Jika ingin memudahkan, sebaiknya pemilik kendaraan wajib punya alat pengukur tekanan udara dan menyimpannya di kendaraan. Harganya cukup murah dan banyak di toko-toko atau bengkel mobil, di toko online juga sama banyaknya. Jadi, saran saya semua pemilik kendaraan mau itu mobil atau motor harus punya," tuturnya.

Iman menerangkan, kondisi tekanan udara ban yang ideal sesuai rekomendasi pabrikan akan membuat si karet bundar lebih tahan lama.

"Meski setiap komponen kendaraan mempunyai batas waktu pemakaiannnya, paling tidak akan bisa mencapai batas waktu maksimal yang berujung pada efisiensi pengeluaran atau biaya belanja dan perawatan spare part kendaraan," jelasnya.

Terakhir, Iman menyebutkan jika tekanan udara ban yang cukup maka akan meminimalisir terjadinya potensi pecah ban kendaraan. Terutama pada mobil yang dipacu dalam kecepatan tinggi di jalan tol. Sebab, tekanan udara yang kurang akan membuat telapak ban bekerja ekstra menopang beban kendaraan dan penumpang saat harus bergesekan dengan permukaan jalan.

Ia pun menyarankan sebaiknya pemilik kendaraan mengisi tekanan udara bannya menggunakan jenis nitrogen ketimbang angin biasa. Karena, nitrogen memiliki tingkat stabilitas yang lebih tinggi dan terutama sangat cocok digunakan pada ban jenis tubless.

Posting Komentar

0 Komentar