Ticker

6/recent/ticker-posts

Nyetir Mobil Bukan Cuma Skill, Perhatikan juga Hal Ini

Ilustrasi mengemudikan mobil. (Foto: Andri Budiman/Bogor24.id)



Penulis: Andri Budiman
Editor: Donni Andriawan S.

BOGOR, Bogor24.id - Mengemudikan mobil tidak hanya sekadar mengendarainya di jalanan dengan bekal kemampuan teknis semata, namun ada banyak hal yang mesti diperhatikan agar perjalanan aman dan nyaman.

Ketika seseorang mengemudikan mobil tidak hanya cukup bisa mengendarai, tapi harus paham betul faktor di luar teknis berkendara. Karena, seperti diketahui jalan raya merupakan ruang publik yang sebenarnya menyimpan potensi bahaya jika kita abai terhadap aturan lalu lintas dan tidak memiliki empati.

1. Pastikan kondisi tubuh sehat

Sudah barang tentu karena mengemudikan mobil membutuhkan konsentrasi tinggi yang menguras energi, maka kondisi tubuh (fisik) yang sehat menjadi hal mutlak. Maka dari itu, pastikan kondisi benar-benar prima. Apalagi jika akan menempuh perjalanan jauh.

Kondisi fisik yang tidak seratus persen sehat akan membahayakan pengemudi, penumpang dan orang lain (sesama pengguna jalan lain). Jika kondisi tidak memungkinkan, lebih baik urungkan niat perjalanan.

2. Kendaraan siap digunakan

Sama halnya dengan fisik (tubuh) pengemudi, kondisi kendaraan juga harus dalam keadaan siap (sehat). Pastikan semua komponen kendaraan berfungsi dengan baik, terutama bagian pengereman.

Jangan pernah menganggap sepele dengan kondisi komponen mobil, meskipun dengan alasan hanya berkendara tidak jauh atau di dalam kota saja. Jika dirasa ada salah satu bagian kendaraan yang kurang baik, alangkah bijaknya bila dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu.

3. Pahami karakter mobil

Tidak sedikit yang beranggapan jika mengemudikan mobil sama saja. Entah itu secara dimensi bodi maupun sistem transmisinya. Padahal dengan kedua perbedaan itu saja sudah jelas terlihat adanya perbedaan perlakukan yang harus dilakukan ketika mengemudikannya di jalan raya.

Tentu akan sangat berbeda ketika kita mengemudikan mobil jenis sedan, hatcback dengan minibus. Kedua jenis kendaraan pertama jelas memiliki dimensi bodi yang relatif lebih kecil (ringkas), berbeda dengan jenis minibus yang notabene jauh lebih panjang dan lebar.

Pun dengan sistem transmisi. Kita tidak bisa menyamakan antara mengemudikan mobil yang bertransmisi otomatis (matik) dengan yang manual. Karena, pada mobil manual kaki kiri kita harus menginjak pedal kopling yang pasti akan sedikit merepotkan dan membutuhkan skill lebih.

4. Patuhi aturan lalu lintas

Seperti sudah diulas di atas, mengendarai mobil tidak cukup hanya menguasai teknik mengemudi. Akan sia-sia bila kepiawaian seseorang di balik kemudi jika tidak diimbangi pengetahuan soal aturan lalu lintas dan etika berkendara yang baik dan benar.

Kita harus tahu bersikap dan mengendarai mobil seperti apa di berbagai kondisi jalanan. Contoh misalnya, akan sangat berbeda mengemudikan mobil di jalan arteri dalam kota dengan saat melintas di jalan tol antarkota.

Perhatikan kondisi sekeliling kendaraan kita dengan sering melihatnya melalui kaca spion di luar dan di dalam kabin, juga dengan rambu-rambu yang terpasang di sepanjang jalan. Pun dengan marka jalan yang ada. Untuk dipahami dan diketahui bawha semua rambu dan marka jalan itu sebagai bentuk informasi, imbauan sekaligus peringatan kepada para pengguna jalan. Oleh sebab itu, mematuhinya merupakan hal yang wajib.

5. Hormati sesama pengguna jalan

Masih berkorelasi dengan poin keempat, agar ketika berkendara untuk mampu meredam emosi dan selalu menghormati pengguna jalan yang lain. Lantaran sebagai fasilitas publik, maka orang lain pun memiliki hak yang sama di jalan raya.

Jangan pernah terpancing emosi ketika misalnya ada pengendara yang tiba-tiba memotong jalur kita. Berpikir positif saja jika mungkin yang bersangkutan dalam kondisi terburu-buru, darurat. Lebih baik diamkan dan jangan pernah sekalipun terpancing emosi yang hanya akan merugikan diri kita dan mencelakai.

Posting Komentar

0 Komentar