Ticker

6/recent/ticker-posts

Motor Sering Bawa Beban Berlebih, Komponen Ini yang "Nyerah"

Ilustrasi perawatan motor berupa penggantian ban belakang. (Foto: Andri Budiman/Bogor24.id)




Penulis: Andri Budiman
Editor: Donni Andriawan S.

BOGOR, Bogor24.id - Semua kendaraan tak terkecuali motor memiliki daya angkutnya masing-masing dan pasti berbeda untuk setiap jenis dan tipenya. Soal ini, pihak pabrikan juga telah mencantumkannya di setiap motor yang diproduksi.

Namum demikian, kerap ditemui di jalan pengendara motor terlihat membawa banyak barang. Tidak saja berisiko terhadap terjadinya kecelakaan karena overload, hal itu akan membuat komponen kendaraan menjadi cepat rusak dan harus diganti jauh sebelum waktunya.

Baehaqi, mekanik di salah satu bengkel resmi motor di Bogor menyebutkan ada sejumlah komponen yang terdampak dari kebiasaan buruk mengangkut barang berlebih pada motor. Di sebutkannya, bagian suspensi, ban dan beberapa part di dalam mesin akan menjadi korbannya.

Suspensi

Tugas dan fungsinya yang cukup vital untuk menjaga kenyamanan dan fleksibilitas antara bagian rangka dan bodi motor dengan bagian kaki-kaki, maka komponen yang satu ini akan mengalami kerusakan paling cepat bila abai merawatnya. Apalagi bila sering dipaksa membawa beban berlebih.

Lama-lama kelamaan suspensi akan mengalami kebocoran dan membuat pelumas keluar dari bagian dalamnya. Bukan hanya sering membawa beban yang berlebihan, rusaknya komponen ini bisa disebabkan ketidaktahuan para pemilik dan acuh terhadap motornya.

"Contoh gampangnya kita sering lihat pengendara motor main hajar saja ketika melewati 'polisi tidur.' Ini jelas membuat suspensi mendapatkan benturan keras dan harus bekerja ekstra. Maka harus diperhatikan betul komponen ini," kata Baehaqi.

Ban

Ban sebagai komponen yang bersinggungan langsung dengan jalan (aspal/beton) memiliki tugas dan fungsi yang sama beratnya dengan suspensi. Cara pertama untuk membuatya awet dan terciptanya keselamatan di jalan raya, Baehaqi menyarankan pemilik kendaraan rajin memeriksa tekanan udaranya.

"Cara yang paling gampang tapi sering diabaikan pemilik motor ini adalah mengecek tekanan udaranya. Padahal melakukannya singkat dan bisa dilakukan sendiri di rumah. Tapi, tetap yang tidak kalah pentingnya yaitu jangan menyiksanya dengan membawa beban yang berlebihan. Karena, semuanya sudah diatur dan diseting sedemikian rupa bahwa suspensi ini mempunyai beban atau daya angkut oleh masing-masing pabrikan motor," jelas Baehaqi.

Mesin

Beban berlebihan yang harus ditopang motor akan mengakibatkan kerja mesin juga bertambah berat. Karena, komponen ini harus bekerja ekstra menyalurkan tenaganya agar motor berjalan.

Apalagi, kata Baehaqi, terdapat banyak bagian di mesin yang memiliki fungsinya masing-masing dengan kemampuan berbeda-beda. Maka, akan sangat disiksa bila ketika motor harus atau sering membawa beban lebih di luar ketentuan yang disarankan pabrikan motor.

Tidak hanya mengurangi masa pakai komponennya, perilaku salah seperti itu juga lama-kelamaan akan berpotensi membuat mesin motor kelelahan yang berujung mogok di jalan dan yang paling ekstrem harus turun mesin.

Boros bahan bakar

Meski untuk yang satu ini tidak bersinggungan langsung dengan komponen motor, tapi dengan memaksa motor harus membawa bobot di luar kemampuannya akan mendongkrak pada borosnya konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Meski hanya persentase kecil di kisaran 10-15 persen dari konsumsi BBM normal, tapi bila dikalkulasi dalam jangka waktu yang lama akan terlihat besarnya pengeluaran yang harus dikeluarkan pemilik motor.

Posting Komentar

0 Komentar