Ticker

6/recent/ticker-posts

Mau Bersepeda Tapi Sendirian? Ini Tipsnya

Ilustrasi bersepeda sendiri (Foto: Donni/Bogor24.id)



Editor: Donni Andriawan S.

BOGOR, Bogor24.id - Kegiatan bersepeda saat ini sudah dilakoni banyak orang. Tren ini meningkat di masa awal pandemi Covid-19 pada 2020 lalu. Ketika itu, banyak masyarakat yang berbondong-bondong menyerbu toko sepeda untuk membeli beragam jenis sepeda sesuai dengan kemampuan finansial dan ketertarikannya.

Meningkatnya tren itu di antaranya lantaran mulai terbangunnya kesadaran orang-orang terhadap kesehatan, di mana aktivitas olahraga menjadi salah satu kunci dalam menjaga imunitas tubuh terhadap risiko paparan virus Covid-19.

Selain itu, aktivitas olahraga yang satu ini pun menjadi alternatif bagi setiap individu yang ingin tetap keluar rumah. Baik itu untuk bekerja, berniaga, berolahraga atau sekadar mengusir kebosanan setelah lama berdiam diri di rumah karena adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dikeluarkan pemerintah.

Biasanya kebanyakan orang bersepeda secara berkelompok entah dengan tetangga, teman atau keluarga. Tapi, tidak sedikit juga dari mereka yang melakukan gowes sendiri. Karena ada bermacam argumen dari mereka yang lebih memilih solo riding. Bukan lantaran tertutup, egois atau enggan untuk bersosialisasi.

Berikut ini Bogor24.id rangkum tips bagi Anda yang mungkin tertarik untuk bersepeda seorang diri, terutama yang berencana untuk gowes dengan rute jauh.

Hal pertama dan menjadi sangat penting adalah membawa identitas diri dan telepon genggam. Kartu identitas ini diperlukan jika seandainya terjadi hal-hal yang besifat emergency. Dengan begitu, ketika hal tersebut terjadi dan kita membawa dua item penting itu maka orang lain akan lebih mudah membantu saat harus menghubungi pihak keluarga.

Berikutnya adalah membawa perbekalan yang cukup. Baik itu berupa makanan dan minuman maupun uang tunai. Bilamana perbekalan logistik habis pun kita masih bisa membelinya di perjalanan karena memiliki uang tunai.

Tidak ketinggalan juga membawa peralatan atau komponen cadangan yang mendasar. Semisal satu set kunci letter L, kunci ring pas dan ban dalam. Jadi ketika sepeda mengalami kendala dan lokasi bengkel sepeda jauh atau bahkan tidak ada, minimal kita bisa memperbaiki atau mengerjakannya sendiri.

Meskipun sepele atau malah saat kita bersepeda pada musim kemarau sekalipun, tidak ada salahnya bila membawa jas hujan yang simpel. Ini untuk antisipasi turun hujan dan menghambat perjalanan gowes kita.

Karena saat ini masih di masa pandemi Covid-19, maka sangat disarankan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan. Usahakan membawa alat makan dan minum sendiri, membawa hand sanitizer, tisu basah dan tentu saja masker. Meski ketika bersepeda tidak perlu memaksakan harus menggunakan masker, namun benda yang satu ini sangat berguna ketika kita harus berinteraksi dengan orang lain. Misal saat harus membeli perbekalan atau mengisi perut di tempat makan.

Sebelum memulai perjalanan, ada baiknya bila kita menentukan dulu tujuan. Karena itu akan mempengaruhi rute atau trek yang akan dilalui. Jika masih pemula, jangan terlalu memaksakan untuk langsung dengan rute yang jauh atau melewati medan yang berat. Lebih baik bersepeda di perkotaan saja yang cenderung ramai, jalanan yang mulus dan datar. Dengan begitu kita bisa menikmati setiap kayuhan dan perjalanannya. Lakukanlah sesuai irama dan kemampuan.

Bila gowes di jalur yang ramai atau kawasan perkotaan, pastikan kita selalu menerapkan etika bersepeda yang baik dan aman serta disiplin terhadap aturan lalu lintas. Harus saling menghargai dan menghormati sesama pengguna jalan.

Terakhir, pasanglah sejumlah aksesori penunjang di sepeda maupun atribut yang digunakan. Di antaranya lampu atau reflektor bagian depan dan belakang sepeda, gunakan jersey atau rompi yang terang, sarung tangan, sepatu dan tentunya helm. Selain tentu pastikan kondisi sepeda yang akan digunakan siap dan layak. Jangan lupa bawa juga perlengkapan dokumentasi, minimal ponsel berkamera. Ini sangat berguna untuk mendokumentasikan perjalanan.

Posting Komentar

0 Komentar