Ticker

6/recent/ticker-posts

Ini Skenario Disdik Kota Bogor Hadapi PTM

Kepala Disdik Kota Bogor Hanafi. (Foto: Istimewa)




Penulis: Devina Putri
Editor: Donni Andriawan S.

BOGOR KOTA, Bogor24.id - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor merencanakan sejumlah opsi alternatif untuk Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Sudah ada sejumlah skenario yang disiapkan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, dikatakan Kepala Disdik Hanafi akhir pekan kemarin, sudah mempersiapkan PTM ini mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Menurutnya, pembelajaran tatap muka tidak akan seratus persen. Yakni dengan opsi pembagian persentase berupa tatap muka 30 persen dan 70 persennya secara daring.

"Alternatif lainnya setiap kelas masuk bergantian mulai dari kelas 9, kelas 8 dan kelas 7. Tapi ini sedikit akan repot. Alternatif lainnya dilakukan per pekan, satu minggu sekali dengan jumlah 50:50 persen. Sepertinya ini lebih efektif karena bisa dimonitor kondisi siswanya,” terang Hanafi.

Ia menambahkan, meskipun untuk tingkat SMA merupakan kewenangan provinsi tetapi lantaran lokasinya ada di Kota Bogor maka tetap menjadi perhatian Disdik Kota Bogor. Kekhawatirannya adalah ketika para pelajar SMA ini selesai sekolah, apakah mereka nantinya langsung pulang ke rumah atau tidak.

“Jadi, kami harus koordinasikan ke Satgas Covid-19 Kota Bogor, Dewan Pendidikan dan lainnya. Kami juga akan uji coba PTM beberapa sekolah yang sudah membuat video,” ujarnya.

Sementara kkusus untuk tingkat SD, kata Hanafi, situasinya lebih pelik. Ini mengingat jumlah SD di Kota Bogor cukup banyak, siswanya pun tidak kalah sedikit. Yang paling dikhawatirkannya mengenai penerapan protokol kesehatan, terutama jaga jarak sesama siswa.

Oleh karena itu, dia mengaku akan mempersiapkan dengan matang sebelum membuka sekolah. Sementara untuk TK dan PAUD perlu ditinjau kembali mengingat resikonya lebih besar.

“Sebelum tatap muka, kami akan minta persetujuan orang tua melalui poling..Apakah orang tua setuju sekolah dibuka atau tidak,” imbuhnya.

Posting Komentar

0 Komentar