Ticker

6/recent/ticker-posts

Diduga Akibat Pembangunan Double Track, 2 Rumah di Empang Ambruk

Dua rumah ambruk dan empat lainnya terdampak akibat longsor yang diduga dampak dari pengerukan tanah pada proyek pembangunan double track di Kelurahan Empang, Minggu (18/4/2021) petang. (Foto: Yuda Muhtar/Bogor24.id)



Penulis: Yuda Muhtar
Editor: Donni Andriawan S.

BOGOR SELATAN, Bogor24.id - Diduga akibat dampak dari pengerukan tanah pada proyek pembangunan jalur ganda (double track) kereta api milik PT KAI, dua rumah di Gang Raden Saleh RT 006/006 Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, ambruk dan akhirnya roboh, Minggu (18/4/2021) petang.

Kejadian itu mengakibatkan empat rumah lainnya ikut terdampak. Masing-masing diketahui milik Cicih, Sopiah, Suka Setiawan dan Sukaesih, dengan total jiwa sebanyak 14 jiwa.

Babinsa Kelurahan Empang Peltu Roni Paslah menyebutkan, peristiwa itu terjadi pukul 17.40 WIB. Kejadian berawal saat hujan deras mengguyur wilayah itu.

"Dari kejadian tanah longsor tersebut mengakibatkan dua rumah roboh atas nama Rumah Bapak Samsur (1 KK 7 jiwa) dan Bapak Dedi (1 KK 2 jiwa). Adapun yang terkena dampak yang lainnya ada empat rumah. Yaitu Ibu Cicih (1 KK 1 Jiwa), Ibu Sopiah (1 KK 2 jiwa), Bapak Suka Setiawan (3 KK 10 jiwa) dan Ibu Sukaesih (1KK 1 jiwa), dan ini lansia," papar Roni.

Sementara Camat Bogor Selatan Hidayatulloh saat dimintai keterangan terkait kejadian tersebut, menyatakan keprihatinannya.

"Saya turut prihatin atas terjadinya musibah ini. Dengan kejadian ini mengakibatkan robohnya dua rumah ketika hujan deras yang terjadi di lokasi, ditambah karena adanya proyek double track yang berlokasi dibawah kedua rumah tersebut," ucap Hidayatulloh.

Untuk sementara ini, lanjutnya, para korban direlokasi ke rumah tetangga dan keluarganya.

"Kemungkinan akan dicarikan kontrakan oleh pihak proyek, Pihak proyek pun sudah melihat ke lokasi dan bertanggung jawab untuk memperbaiki rumah yang roboh tersebut sampai selesai. Untuk korban jiwa nihil. Situasi saat ini masih dalam pemantauan," tutupnya.

Posting Komentar

0 Komentar