Ticker

6/recent/ticker-posts

Bima Arya Sebut 2020 Tahun yang Berat


(Foto: Humas Kota Bogor)

Penulis: Andri Budiman
Editor: Donni Andriawan S.

TANAH SAREAL, Bogor24.id - Wali Kota Bogor Bima Arya menyebutkan, tahun 2020 adalah tahun yang berat. Terhitung sejak 19 Maret hingga 31 Desember ada lima ribu lebih warga yang terpapar Covid-19, termasuk dirinya.

Bahkan dari hasil survey disebutkan, akibat dari pandemi ini diketahui sebanyak 77 persen warga penghasilannya berkurang, 37 persen di PHK dan 19 persen warga harus menjual asetnya untuk bertahan hidup.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan hal itu saat menyampaikan data dan dokumen Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2020 kepada DPRD Kota Bogor dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Bogor, Rabu (31/3/2021). 

"Tadi saya sampaikan data dan dokumennya, nanti akan ada pembahasan dan masih berproses. Kita berharap bisa bersama-sama mengevaluasi karena targetnya itu. 2020 ini apa yang perlu dievaluasi dan apa yang perlu dikuatkan. Ke depan akan diproses seperti itu," kata Bima Arya usai rapat paripurna.

Beberapa kebijakan telah diambil Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama pihak lain untuk mengendalikan dampak pandemi..Di antaranya bansos untuk 90 ribu warga miskin sejumlah Rp 44 miliar, bantuan iuran BPJS untuk 200 ribu warga senilai Rp 90 miliar dari APBD Kota Bogor.dan Pemprov Jabar, wifi gratis untuk sekolah daring di 797 titik senilai Rp 6 miliar, insentif untuk 797 RW Siaga senilai Rp 2,3 miliar dan pengembangan wisata alam Mulyaharja senilai Rp 2,3 Miliar.

"Untuk PAD Kota Bogor mencapai 117 persen dari target atau meningkat 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga pendapatan tahun 2020 mencapai Rp 2,4 Triliun. Sedangkan realisasi belanja sebesar 89 persen atau satu persen lebih rendah dibandingkan tahun kemarin, Hal ini karena efisiensi anggaran perjalanan dinas dan makan minum rapat, sebab pertemuan yang dilaksanakan secara online serta BTT yang sepenuhnya tidak terserap," jelas Bima Arya.

Posting Komentar

0 Komentar